Pengurusan Jenazah Wanita
Tata Cara Pengurusan Jenazah Wanita
1. Memandikan Jenazah
Sebelum jenazah dibawa ke tempat pemandian, siapkan terlebih dahulu seperangkat alat mandi yang dibutuhkan, seperti daun bidara, air bersih, kapur barus, katenbat, kapas, sabun, dan kain. Orang yang memandikan harus sejenis atau yang masih ada ikatan mahrom. Tempat memandikan harus tertutup dan tidak ada orang yang masuk kecuali yang bertugas.
Cara Memandikan Jenazah
- Meletakkan jenazah di tempat mandi yang telah disediakan. Tutup jenazah menggunakan kain agar aurat tidak terlihat
- Mengistinjakkan jenazah, dengan cara mengurut perut jenazah secara perlahan lalu disiram dengan air.
- Setelah itu bersihkan gigi, lubang hidung, celah ketiak, lubang telinga dan celah jari kaki dan tangan menggunakan katenbat.
- Basuh wajah jenazah menggunakan kapas dan basuh juga rambut jenazah.
- Guyur seluruh tubuh jenazah dengan air bersih
- Basuh kembali jenazah dengan sabun dan bilas menggunakan air bersih
- Guyur seluruh tubuh jenazah menggunakan air daun bidara, dan air bersih sebanyak 3 kali atau angka ganjil.
- Guyur sebelah kanan bagian belakang badan dengan sedikit memiringkan posisinya mulai tengkuk sampai bawah dan begitupun bagian badan sebelah kiri.
- Guyur seluruh tubuh jenazah menggunakan air yang telah dicampur dengan kapur barus. Pada basuhan terakhir disunahkan membaca niat. Niat untuk jenazah perempuan : Nawaitul ghusla adaa 'an hadzihil mayyitati lillahi ta'aala artinya: " Aku berniat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari jenazah (wanita) ini karena Allah Ta'ala."
- Kemudian wudhukan jenazah dengan membaca niat.
Nawaitul wudhu-a li hadzihil mayyitati lillahi ta’ala
Niat Mewudhukan Jenazah dan Syarat Wajib Memandikan
Mayat Seorang Muslim. (2022, Januari
12). Retrieved from https://kumparan.com/berita-hari-ini/niat-mewudhukan-jenazah-dan-syarat-wajib-memandikan-mayat-seorang-muslim-1xIBdV8NWcH/4
2. Mengkafani Jenazah
Sebelum jenazah selesai dimandikan siapakan terlebih dahulu 5 lembar kain kafan, yang terdiri dari baju kurung, kerudung, dan sarung serta 2 kain yang lebar. sebelumnya berikan wewangian pada kapas dan kain kafan yang akan digunakan.
Cara Mengkafani Jenazah
- Letakkan lembaran kain lebar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh, kemudian baju kurung, dan kerudung.
- Letakkan jenazah yang telah selesai dimandikan dan ditaburi wewangian, dengan posisi terlentang di atasnya, dan posisi tangan disedekapkan.
- Letakkan kapas yang telah diberi wewangian pada anggota tubuh yang berlubang. Seperti kedua mata, kedua lubang hidung, kedua telinga, mulut, 2 lubang kemaluan.
- Lalu jenazah dibungkus dengan lapisan pertama dimulai dari sisi kiri dilipat ke kanan, kemudian sisi kanan dilipat ke kiri. Sedangkan untuk lapis kedua dan ketiga sebagaimana lapis pertama. Bisa pula lipatan pertama, kedua, dan ketiga diselang-seling. Hal di atas tersebut dilakukan setelah pemakaian baju kurung dan kerudung.
- Setelah jenazah dibungkus, sebaiknya diikat dengan beberapa ikatan agar kafan tidak mudah terbuka saat dibawa ke pemakaman. Untuk jenazah perempuan, ditambah ikatan di bagian dada. Hal ini berlaku bagi jenazah yang tidak sedang ihrom. Jika mayat berstatus muhrim, maka tidak boleh diikat bagian kepalanya, dan dibiarkan terbuka. Hukum ini berlaku bagi laki-laki, sedangkan untuk perempuan hanya bagian wajahnya saja yang dibiarkan terbuka menutupi seluruh tubuh, kemudian baju kurung, lalu surban (untuk mayat lakilaki) atau sarung, lalu baju kurung, dan kerudung (untuk mayat perempuan).
3. Mensholati Jenazah
Cara Mensholati Jenazah
- Takbirotul ihrom beserta niat.
Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa'aafihaa wa'fu 'anhaa wa akrim nuzulahaa wa wassi' madkhalahaa wa aghsilhaa bimaa-in wa tsaljin wa baradin wa naqqihaa minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa, wa ahlan khairan min ahlihaa , wa zaujan khairan min zaujihaa , wa qihaa fitnatal qabri wa'adzaaban naar
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah keselamatan dan ampunilah dosanya, muliakanlah tempat tinggalnya dan lapangkanlah tempat keluarnya, sucikanlah ia dengan air, es, dan embun, serta bersihkanlah ia dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana Engkau telah membersihkan baju putih dari kotoran. Berilah ganti baginya tempat yang lebih baik dari tempatnya yang terdahulu, keluarga yang lebih baik dari keluarga semula, pasangan yang lebih baik dari pasangan semula, serta lindungilah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka."
Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa laa taftinnaa ba'dahaa waghfirlanaa wa lahaa
Artinya: "Ya Allah janganlah kiranya pahalanyaa tidak sampai kepada kami, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia."
Syariah. (2023, Juli 4). Catat! Begini Tata Cara
Sholat Jenazah Laki-laki & Perempuan. Retrieved from
www.cnbcindonesia.com: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20230704150720-29-451185/catat-begini-tata-cara-sholat-jenazah-laki-laki-perempuan
4. Menguburkan Jenazah
Persiapan
Proses Pemberangkatan
Cara Mengantar Jenazah
- Namun, disunnahkan meletakkan jenazah di keranda, dengan diusung oleh 4 orang, yakni 2 orang di depan dan 2 orang lainnya di belakang. Pengusung sebaiknya dilakukan oleh laki-laki.
- Dalam pengusungan jenazah, hendaknya posisi kepala jenazah berada di depan.
- Pengiring jenazah sebaiknya ada di depan dan dekat dengan jenazah.
- Mengiring dengan jalan kaki lebih baik daripada berkendaraan.
- Bagi pengiring disunahkan berjalan agak cepat.
Proses Pemberangkatan
Abdi, H. (2023, Agustus 10). Tata Cara Menguburkan Jenazah dalam Islam, Kenali Doa dan Waktunya. Retrieved from www.liputan6.com: https://www.liputan6.com/hot/read/5366942/tata-cara-menguburkan-jenazah-dalam-islam-kenali-doa-dan-waktunya?page=2
Youtube : https://youtu.be/W8YWm4pbndQ





Komentar
Posting Komentar